TANYA JAWAB

KPSDM

  • SPIRITUS hadirrr lagi
    Assalamualaikum wr wb, Apa Kabarnya Antum/na.... SPIRITUS hadir lagi nih dengan tema " JADI AKTIVIS INKLUSIF, KENAPA TIDAK ?" ....
  • SPIRITUS
    Ayo Gabung,,,, slalu ada yang baru dalam kehidupan dan setiap kegiatan,,,,

KEPUTRIAN

  • Akhwat atau Akhwaaoooow?
    ebagai seorang Muslim khususnya Wanita, diwajibkan untuk memakai Jilbab, seperti yang tertulis dalam satu ayat di Al Qur’an berikut:.....
Wys tans plasings met die etiket Artikel. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Artikel. Wys alle plasings

Ldm Al Fath Unmul FAHUTAN (Lembaga Dakwah Mushola Al-Fath FAHUTAN)

Written By Unknown on Donderdag 04 September 2014 | 01:49


 Lambang Mushola Al Fath



Mahasiswa banyak,,,
Jurusanya berbeda beda nah yang paling ekstrim dalam perjuangan nya menembus tapal batas hutan rimba kalimantan ,, meneguhkan panji panjinya disana salah satunya ini ni pasti,
Lembaga Dakwah Fakultas Kehutanan yang terkenal digunung kelua universitas mulawarman kita
namanya LDM AL Fath,
mereka Ini yang suka keluar msuk hutan msih mw ngurusin kegiatan bermanfaatnya kampus?? 2 thumbs!!
tidak hanya membahan tentang hutan saja kok..
banyak hal yang dibahas didalamnya khususnya mengenal lebih dekat dengan sang robi melalui pencit taanya yang maha sempurna di bumi ini<
nah ini beberapa fotonya ya
dan juga musholanya tercinta
Inilah kakak2 kalian yg msh fokus kuliah, tp konsen juga sm kegiatan keislaman.
Mari mari adik FAHUTAN, sekali kali datangin kakak2nya di sekre. Tanya2 gimana kuliah mereka, apa aja kegiatan mereka slama jd mahasiswa. Kali aja bisa tukar pengalaman. Stelah itu, sering2 ikut kegiatan Al-Fath, baru deh joint!
Ga bakalan rugi 

profil lengkapnya
Sejarah Lembaga Dakwah Musholla Al-fath

          Musholla Al-Fath atau lebih kerennya Mufath berdiri sejak awal tahun 90-an, tepatnya pada tahun 1991.
Al-Fath mempunyai arti Kemenangan. Walaupun pada waktu itu kepengurusannya belum diformat secara rapi, tetapi sudah ada kegiatan seperti pengajian dan ta’lim yang dilaksanakan secara kontinyu dan bekerja sama dengan PUSDIMA. Kegiatan ini berlangsung sampai tahun 1994. Dan  alhamdulillah sekarang sudah rapi kepengurusannya dan kegiatannya pun sudah banyak.
Visi LD Musholla Al-Fath
  • Membentuk insan kampus yang berkualitas, memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap perkembangan umat dengan membina aqidah, mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperluas syiar Islam serta berusaha mewujudkan kampus yang Islami dengan semata-mata mengharap ridho Allah
Misi LD Musholla Al-Fath
  • Meningkatkan profesionalitas kerja LD MUFATH
  • Penguatan jaringan internal dengan komunikasi & koordinasi intensif
  • Peningkatan intelektualitas & skill manajerial secara intensif
  • Memperkokoh & memperluas hubungan yangg sinergis degan elemen pendukung da’wah kampus
  • Meningkatkan inovasi & kreativitas opini melalui pola syiar Islam di fakultas
  • Membuat proker yangg tersentuh dengan dunia kehutanan
‪#‎FindYourPusdima‬

mushola Al Fath
 
Nah Ini NI Kakak  nya

KASKUS RAMADHAN bikin Buka Jadi Bermakna

Written By Unknown on Saterdag 05 Julie 2014 | 01:29






Pingin Ngabuburit sambil dapet pahala?Mau Ngabuburit sambil menebar kebaikan?Yuk Gabung dan turut serta bareng komunitas One Day One Juz (ODOJ) Samarinda dalam acaraNGONTER (ngaji on the river) yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:Hari : Ahad, 6 Juli 2014Waktu : bada ashar -selesaiTempat : Tepian (depan Islamic Center)Keterangan : membawa al quran masing-masing dankumpul di islamic center sekalian sholat asarInsyaAllah selain ngaji juga akan ada bagi bagi takjil dan silaturahim bareng komunitas ODOJ Samarinda.Kami tunggu kehadiran teman teman dalam rangka syiar Al-Quran di bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini. Jangan lupa Ajak keluarga teman dan sahabatSo, Don't ForgetCome and join with us ......info lebih lanjut bisa menghubungi cp di bawah ini:
ikhwan (085246474686)
akhwat (08525741752)

Hikmah Di Balik Perintah Menutup Aurat

Written By Unknown on Woensdag 26 Februarie 2014 | 20:13

Penyakit Yang Menimpa Perempuan Yang Membuka Aurat (Hikmah Di Balik Perintah Menutup Aurat)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menyebutkan dua golongan yang diancam nereka, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan satu golongan di antara mereka dengan sabda beliau:

((… وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا)) رواه مسلم
” …Dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena pakaiannya tipis dan tembus pandang), menyimpang (dari kehormatannya) dan mengajak wanita lain untuk berbuat seperti dirinya, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim) 
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
( لا تقبل صلاة حائض إلا بخمار ) رواه الإمام أحمد وأبوداود والترمذي وابن ماجه
“Tidak diterima shalat seorang perempuan yang sudah haidh (maksudnya sudah baligh) kecuali dengan memakai khimar (kerudung yang menutup kepala).” (HR. Hadits shahih, diriwayatkan oleh imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Maka kedua hadits di atas menunjukkan wajibnya seorang wanita muslimah untuk menutup auratnya, dan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam para wanita membuka auratnya dengan ancaman neraka. Dan sebagaimana sudah kita ketahui bersama, bahwasanya tidak syari’at ini memerintahkan sesuatu kecuali di sana ada maslahat, dan tidaklah melarang dari sesuatu kecuali karena di sana ada mafsadat (bahaya). Berikut ini hasil penelitian ilmuwan modern seputar masalah ini:
Penelitian ilmiah modern telah membuktikan bahwa pamer aurat dan “buka-bukaan” yang dilakukan para perempuan mendatangkan musibah kepada diri mereka, yang mana data statistik saat ini menunjukkan bahwa terjadi penyebaran penyakit kanker ganas pada bagian tubuh perempuan yang terbuka, terutama pada perempuan yang memakai pakaian pendek.
Telah diterbitkan dalam British Medical Journal, bahwa kanker  ganas melanoma, yang dahulu merupakan salah satu jenis kanker yang paling langka, sekarang  jumlahnya meningkat. Dan bahwasanya jumlah terjangkitnya penyakit tersebut pada anak perempuan di usia belia sekarang meningkat, yang mana mereka terjangkit penyakit tersebut di kaki-kaki mereka. Dan bahwa sebab utama tersebarnya kanker  ganas ini adalah tersebarnya seragam pendek, yang mana hal itu menjadikan tubuh mereka terkena paparan sinar matahari  dalam waktu yang lama sepanjang tahun dan bahwasanya kaus kaki yang transparan atau nilon tidak bermanfaat untuk mencegahnya.
Majalah tersebut mengajak para dokter untuk berpartisipasi dalam pengumpulan informasi  tentang penyakit ini, seolah-olah hal ini hampir-hampir menjadi sebuah wabah. Sesungguhnya hal tersebut mengingatkan kita pada firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:
(وَإِذْ قَالُواْ اللَّهُمَّ إِن كَانَ هَـذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاء أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ) سورة الأنفال : 32
” Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata:”Ya Allah, jika betul (al-Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”(QS. Al-Anfaal: 32)
Dan adzab yang pediah atau sebagiannya telah menimpa mereka dalam bentuk kanker ganas, yang merupakan jenis kanker paling berbahaya. Dan penyakit ini adalah buah dari terkenanya tubuh seseorang oleh sinar matahari dan radiasi ultraviolet dalam waktu yang lama. Dan itulah hal yang dihasilkan dari pakaian pendek atau pakaian renang di tepi pantai.
Dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa ia mengenai seluruh badan dan dengan kadar yang berbeda-beda. Pertama ia muncul seperti bercak hitam kecil, dan terkadang sangat kecil. Dan kebanyakan hal itu terjadi di mata kaki atau betis, dan kadang-kadang di daerah mata, kemudian mulai tersebar di semua tempat dan arah (dalam tubuh), padahal bersamaan dengan itu ia juga bertambah dan tumbuh di tempat pertama kali muncul. Lalu ia menyerang kelenjar getah bening di pangkal paha dan darah dan akhirnya menetap di hati (liver) dan menghancurkannya.
Dan terkadang ia menetap di semua anggota badan, di antaranya tulang dan bagian dalam tubuh, termasuk ginjal. Dan bisa jadi serangan terhadap ginjal diikuti dengan air kencing yang berwarna hitam, sebagai akibat terserangnya ginjal oleh kanker ganas.
Dan terkadang ia akan menular ke janin di dalam rahim ibu, dan penyakit ini tidak memberikan waktu yang lama kepada pengidapnya, sebagaimana juga pengobatan dengan operasi tidak memberikan jaminan untuk bertahan hidup (selamat) sebagaimana jenis-jenis kanker yang lain, di mana jenis kanker ini tidak bisa diobati dengan penyinaran. Dari sini nampak terlihat hikmah hukum Islam yang memerintahkan wanita untuk memakai pakaian yang menutup seluruh tubuhnya, dengan pakaian yang longgar, tidak sempit, dan tidak tipis, dengan dibolehkannya membuka wajah dan telapak tangan (menurut salah satu pendapat ulama,red).
Maka telah menjadi jelaslah bahwa pakaian kesucian dan kehormatan diri, adalah perlindungan terbaik dari siksaan dunia, yang terwujud dalam penyakit ini, dan lebih-lebih dari adzab/siksa akhirat. Kemudian, apakah setelah dukungan ilmu pengetahuan modern terhadap apa yang telah ditetapkan oleh syari’at yang bijaksana masih ada argument/dalih untuk membolehkan para wanita bersolek dan memamerkan auratnya??!!
(Source:  http://quran.maktoob.com/vb/quran524/ Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)

Manfaat Wudhu Sebelum Tidur

Written By Unknown on Sondag 08 Desember 2013 | 07:49



Sahabat Alhikmah,  Wuduh sebelum tidur Memang ini kedengarannya sepele.Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya nabi senantiasa wudhu sebelu tidur.berwudhu,disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan .
Peneliti dari Universitas Alexsandria ,dr musthafa syahatah ,yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.
Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan ,kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu,kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita. 
Lalu ,bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur ? Nah,para pakar kesehatan di dunia senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Bahkan ,sejumlah pakar kecantikan memproduki alat kecantikan agar dapat menjaga kesehatan kulit muka.
Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci,berarti ai dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci. 
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)
Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda :“barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu ,maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah.
Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelu tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.
 
Manfaat Wudhu Sebelum Tidur
  • Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran kita akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek.
  • Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.
  • Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang wajib kita lakukan.

Fenomena Meninggal Dunia Saat Tidur Dalam Sunnah
Jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan bimbingan dalam tidur agar tidak menimbulkan bahaya, di antaranya tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil tengkurap.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya dengan kakinya seraya bersabda,
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).
Sesungguhnya sebab kematian itu bermacam-macam, namun kematian tetaplah satu. Selain Sleep Apnea masih ada sebab lainnya yang menjadi media datangnya kematian. Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tips terbaik bagi umatnya dalam menghadapi kematian yang datangnya tak terduga ini.
Disebutkan dalam Shahihain, dari sabahat al-Bara’ bin Azib radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya;
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim).
Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting daripada kesucian badan.
Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan tiga hikmah berwudlu sebelum tidur (yang maksudnya tidur dalam keadaan suci). Salah satunya adalah khawatir kalau dia meninggal pada malam tersebut.
Abdul Razak mengeluarkan sebuah atsar dari Mujahid dengan sanad yang kuat, Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata,
“Janganlah engkau tidur kecuali dalam kondisi berwudlu (suci), karena arwah akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat dia dicabut.”

Sumber: 
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/manfaat-wudhu-sebelum-tidur.html#sthash.IpYXnvCY.dpuf

Jadi Remaja Terpintar di Dunia, Saheela Ibrahim Berbagi Rahasia

Written By Unknown on Woensdag 23 Oktober 2013 | 07:29

Saheela Ibrahim (foto myfoxny.com)
Di balik penampilannya yang sederhana, gadis muslimah ini masuk daftar 50 remaja terpintar di dunia. Saheela Ibrahim, nama lengkapnya.

Senyum tulus menghiasi wajah remaja asal Nigeria ini ketika diwawancarai. Ia tak berhenti bersyukur ketika disinggung prestasinya. Baru berusia 16 tahun, tetapi namanya sudah dikenal di seluruh dunia. Sejumlah kampus terkemuka di dunia pernah menawarinya beasiswa. Ia juga diterima di 13 kampus ternama di Amerika. Tetapi karena hanya bisa kuliah di satu tempat, Saheela akhirnya memilih Harvard University. Ia sekaligus tercatat sebagai mahasiswa termuda di kampus bergengsi itu.

“Jika Anda bersemangat atas apa yang Anda lakukan, hal terbaik akan muncul. Saya bersemangat soal matematika dan sains," kata Saheela berbagi ‘rahasia’ keberhasilannya seperti dikutip Onislam, Rabu (23/10).

Gadis berjilbab yang menguasai banyak bahasa seperti Arab, Spanyol, Inggris dan Latin ini menceritakan bahwa ia mulai belajar pada usia 5 tahun. Kebetulan orang tuanya mendukung apa yang diminatinya.

Selain menjadi juara kelas, Saheela juga menjadi juara lapangan dan juara panggung. Di lapangan olah raga, ia pandai bermain softball. Sedangkan di pentas musik, ia mahir memainkan trombon, selain juga memiliki suara bagus sebagai anggota paduan suara.

"Saya mencoba yang terbaik dalam segala hal," kata Saheela menularkan semangatnya.

Ke depan, Saheela berencana mengambil jurusan neurobiologi dan berharap menjadi ilmuan yang mempelajari bagaimana otak bekerja. [AM/OI/Rol]

Transliterasi LATIN ARAB

Written By Unknown on Woensdag 02 Oktober 2013 | 14:51

Assalamualaikum Wr Wb
Posting Ini saya peroleh dari http://blogeqosim.blogspot.com pada hari ini 3 Oktober 2013. biasanya kita sering mengalami kesulitan dalam melakukan penulisan huruf araf yang sesuai dengan apa yang kita maksudkan dalam Microsoft word kita. nah dengan softwere ini semoga mempermudah langkah kita dalam keseharian. nah mungkin itu saja dari admin semoga menjadi amal jariah bagi yang membuat dan yang meneruskanya menyebarkanya untuk kemudahan kita semua,, Aminn.
Oke Silahkan Mulai.
 >>( tidak ada perubahan kata dalam posting dibawah ini )
Saya pernah memosting tulisan berjudul Mengetik Tulisan Arab pada Microsoft Word 2007. Cara yang dipaparkan pada tulisan tersebut mempunyai kekurangan karena tidak ada kesesuaian antara huruf pada “keyboard” dengan yang muncul. Contoh ketika kita menekan huruf “k” pada “keyboard” yang muncul pada monitor bukan huruf ك namun huruf ن . Tentunya akan sangat nyaman jika kita mengetik huruf “k” pada “keyboard” yang muncul pada monitor juga huruf ك

Alhamdulillah, saya mendapatkan perangkat lunak atau sebut saja ekstensi yang bisa mengerjakan tugas demikian. Yakni, jika kita mengetik huruf “k” pada “keyboard” yang muncul pada monitor pun huruf ك

Lihat screenshot di bawah ini, saat kita mengetik “Ahmad” maka akan muncul pop up di bawahnya
transliterasi1

Pembesaran pop up-nya seperti ini
transliterasi2
Kita bisa memilih, kata Arab mana yang kita inginkan. Jika kita menekan SHIFT+SPASI maka otomatis kata teratas yang akan di-transliterasi. Tampilannya seperti ini
transliterasi3
Saya pernah menggunakan menggunakan fon Carakan untuk huruf Jawa dan fon Lontara (Saweri) untuk tulisan Bugis di mana jika kita mengetik huruf “h” maka akan muncul huruf carakan : “ha.” Namun ini hanya berlaku pada Microsoft Office (Word). Sedangkan perangkat lunak yang ini bisa dipakai di Microsoft Office, browser dan e-Mail.

Jika Anda ingin menginstalnya silakan klik download Microsoft Maren untuk Desktop. Setelah dinstal, lihat sudut kanan-bawah pada bilah bahasa dengan IN atau EN seperti di bawah ini, pilih AR (Arabic)
bilah tugas 1
setelah muncul ikon AR pilih Arabic (Microsoft Maren)
bilah tugas 2
Setelah itu, ekstensi ini siap digunakan baik di Microsoft Office seperti gambar di atas, maupun pada browser, contoh: pencarian pada Google
google




Link DOWNLOADNYA DISINI JUGA BISA

Komunikasi Ikhwan dan Akhwat

Written By Unknown on Donderdag 19 September 2013 | 01:14



Komunikasi Ikhwan dan Akhwat 

Bagaimana mensolidkan kinerja ikhwan dan akhwat , karena selama ini sering kali antara ikhwan dan akhwat bermaksud menjaga interaksi, namun terkadang ada hal hal yang seharusnya dikomunikasikan namun tidak di lakukan sehingga seringkali muncul masalah atau kesalahpahaman ikhwan dan akhwat ?

Masalah klasik yang hampir tidak pernah usai hingga saat ini, bagaimana agar komunikasi ikhwan dan akhwat berjalan baik dengan tetap menjaga hijab. Saya masih berpikir kenapa masalah ini bisa muncul. Akan tetapi ketika saya mencoba merenung, kejadian ini bisa terjadi akibat idealisme yang masih tinggi dari para kader dakwah yang betul betul ingin menjaga hatinya dari segala fitnah yang bisa merusak keberkahan dakwah. Tentu ini adalah hal positif bagi dakwah kampus yang kita cintai ini.
Tapi perlu kita evaluasi terkait apakah batasan yang terlalu rigit  ini membuat komunikasi terhambat dan berakibat pada menurunnya produktifitas dakwah. Jika memang tidak berakibat negatif, tentu itu merupakan kabar baik, dan mungkin Anda bisa memberikan solusi yang baik untuk mengatasi kendala ini. Saya akan mencoba memaparkan pandangan saya terkait problematika ini dengan latar belakang saya di kampus “ikhwan” ITB. 
Ketika membaca buku men from mars and women from venus, saya mulai sedikit memahami karakter ikhwan dan akhwat dari segi psikologi. Saya mencoba melalukan beberapa pengamatan kepada teman-teman saya di ITB terkait fenomena ini. Rapat demi rapat, kepanitiaan demi kepantiaan hingga sekarang dalam badan pengurus harian GAMAIS, saya baru memahami bagaimana seorang pria berpikir tentang perempuan dan perempuan berpikir tentang pria. 

Untuk para pria, perlu Anda pahami bahwa perempuan relatif lebih peka dan sensitif ketimbang pria. Perempuan lebih tertata dalam menyusun agenda, maka sering kita lihat perempuan lebih rapih dalam segala hal. Karena mereka melakukan sesuatu dengan perencanaan, baik itu jangka pendek atau panjang. Perempuan yang bekerja biasanya lebih rajin ketimbang pria, ini mengapa kita mulai melihat para perempuan yang telah menjadi profesional atau pejabat, karena mereka rajin dalam menjalankan tugas. Satu hal yang perlu diingat oleh para pria adalah perempuan tidak suka di khianati dan perempuan itu butuh kepastian. 

Untuk para perempuan, perlu saya sampaikan bahwa pria memang cenderung egois dan self-oriented. Seorang pria lebih bisa menghabiskan waktunya sendirian ketimbang perempuan. Dan seorang pria ketika sudah masuk keduniannya akan sulit untuk diganggu. Sebutlah seorang pria yang sedang badmood dan ia memilih untuk sendiri untuk mengembalikan mood nya, maka ia akan sangat terganggu sekali jika ada yang menggangu, bahkan sebuah sms bisa membuat mood nya lebih parah. Sehingga seringkali ia mengabaikan panggilan yang ada. Saya menyebutnya, pria mempunyai gua sendiri yang dimana hanya ia yang memahaminya, dan seorang perempuan sepertinya harus menunggu pria ini keluar gua nya baru bisa memanggil pria ini. 

Pria relatif lebih ingin diperhatikan dan dipahami, karena sedikit ”sentuhan” saja bisa membuat seorang pria berpikir terbalik 180­o. Oleh karena itu, seorang perempuan kiranya perlu memahani mengenai kebutuhan dasar pria ini untuk membentuk pola komunikasi yang baik. 

Pada kasus nyata, bisa kita ambil contoh dua buah kisah yang saya akan beri pandangan point of view yang harus diambil. Kisah pertama, sekelompok ikhwan dan akhwat yang berada dalam sebuah kepanitiaan. Dimana mereka biasa menjalankan rapat rutin untuk membahas segala sesuatu. Pada suatu ketika, ketua panitia dihadapi pada sebuah kondisi dimana butuh keputusan cepat, padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 19.00, dan keputusan harus sudah ada malam itu juga. Sehingga ketua panitia ( ikhwan tentunya ), memutuskan untuk mengumpulkan seluruh panitia ikhwan untuk membahas masalah tersebut, dan terselesaikanlah masalah itu. Esok siangnya seluruh panitia rapat kembali ( ikhwan dan akhwat ), dan ketua panitia menceritakan kejadian malam hari itu, setelah mendengar cerita itu, pihak panitia akhwat merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, akhwat merasa hanya sebagai pelaksana keputusan dan berbagai keluhan lain. 

*pada kasus ini akhwat merasa di khianati dalam arti tidak diberi kepercayaan untuk ikut berpikir bersama, atau merasa dilangkahi dalam mengambil keputusan.
*pria ketika sudah mengerjakan sesuatu relatif keasikan sendiri sehingga lupa bahwa ada pihak akhwat yang perlu dilibatkan

Kisah kedua, seorang ketua muslimah di sebuah lembaga dakwah mencoba meng-sms seorang ketua LDK di waktu pagi hari ( sekitar waktu tahajud ), akhwat ini mengetahui bahwa sangat tidak ahsan untuk meng-sms seorang ikhwan pada waktu tersebut, akan tetapi, karena sebuah masalah yang perlu dibahas segera, dengan segala pertimbangan dan kebulatan hati, ia memutuskan untuk meng-sms ketua LDK ini dan meminta diadakan rapat mendadak pagi itu untuk membahasa hal yang penting. Akan tetapi, dikarenakan ketua LDK ini sedang dilanda masalah pribadi yang membuat dirinya tidak ingin diganggu untuk sementara waktu, maka ia tidak membalas sms ketua muslimahnya. Mungkin dikarenakan, berbagai miscall yang dilontarkan oleh akhwat ini, ketua LDK ini akhirnya memutuskan untuk membalas sms akhwat ini dengan asalan saja dan seakan menggantungkan keputusan. Hingga akhirnya akhwat ini mengancam sesuatu sehingga ketua LDK itu memutuskan untuk mengadakan rapat di pagi harinya. Setelah menjalani rapat, akhwat ini meminta berbicara terhadap ketua LDK, dan mengungkapkan kekecewaannya kepada ketua LDK ini dan mengatakan bahwa ketidakpastian yang ketua LDK berikan membuat ia tidak tenang.

*perempuan tidak suka ketidakpastian yang berlarut, butuh ketegasan sikap. Saya merekomendasi kepada para pria untuk sesegera mungkin membalas sms akhwat dengan baik untuk menghindari konflik seperti diatas.
*pria yang sedang dilanda masalah tidak ingin diganggu, bahkan ketika kadar masalahnya cukup tinggi, ia tidak ingin diganggu oleh amanah dakwah, ia lebih memilih sendiri dan tidak bertemu dengan orang orang untuk sementara waktu
Dengan memahami karakter masing-masing ini, saya berharap Anda dapat mencoba mulai mengaplikasikan hal untuk memahami kekurangan masing-masing. Bermula dari pemahaman ini, selanjutnya saya akan memaparkan bagaimana cara lain untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetap menjaga batasan yang ada.

Hijab saat rapat
Beberapa kampus yang pernah saya kunjungi relatif punya cara tersendiri dalam mengaplikasikan hijab  dalam sebuah rapat, ada yang membatasa pria dan perempuan dengan batas permanen seperti tembok, ada yang beda ruangan, ada yang dalam bentuk papan setinggi dua meter, atau ada yang cukup dengan jarak 2 meter antara ikhwan dan akhwat. Semua tergantung kebutuhan dan budaya di masing masing kampus. Bagaimana pun bentuk hijab nya , ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, yakni :
  1. Jelasnya perkataan setiap anggota rapat
  2. Tidak membuat ikhwan dan akhwat terkesan rapat sendiri
  3. Pemimpin rapat bisa melihat semua peserta rapat ( ikhwan dan akhwat )
  4. Kondisi peserta harus tetap kondusif, jangan sampai karena terpisah oleh tembok, atau papan besar membuat peserta rapat tidur-tiduran karena tidak tampak oleh lawan jenis
  5. Ada medua penghubung informasi yang bisa dilihat oleh semua peserta, seperti papan tulis, agar tidak terjadi assymetric information
  6. Tidak menimbulkan kesan angker atau eksklusif terhadap orang selain kader yang melihat proses rapat
Proses komunikasi yang efesien
Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefesienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.
Versi 1
Ikhwan            : assalamu’alaikum ukhti, bagaimana kabarnya ? hasil UAS sudah ada ? J
Akhwat           : wa’alaikum salam akhie, alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga, hehehe, UAS belum nih, uhh, deg       deg an nunggu nilainya, tetep mohon doanya yah !!
Ikhwan            : iya insya Allah didoakan, oh ya ukhti, kira kira kapa yah bisa rapat untuk bahas tentang acara ?
Akhwat           : hmhmhm... kapan yah ? akhie bisanya kapan, kalo ana mungkin besok siang dan sore bisa
Ikhwan            : okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain yah
Akhwat           : siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum
Ikhwan            : sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE !! wassalamu’alaikum
Akhwat           : wa’alaikum salam

Versi 2
Ikhwan            : assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa ? untuk bahas acara
Akhwat           : afwan, kebetulan ada quis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan            : insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron,             wassalamu’alaikum

Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dan tetap menjaga batasan syar’i. Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms  antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” ( baca “ berlebihan ), sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi. Sebenarnya bagaimana kita membuat batasan tergantung bagaimana kita membiasakannya di lembaga dakwah kita saja. Perlu adanya leader will  untuk membangun budaya komunikasi yang efesien dan “secukupnya”.

Dalam hal percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat sangat diharapkan untuk menjauhi percapakan berdua saja, walau itu di tempat umum. Saya menyarankan agar salah satu ikhwan atau akhwat meminta muhrimnya (sesama jenis kelamin) untuk menemaninya. Dengan itu diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalkan kesempatan untuk khilaf. Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya ini sebetulnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia sia, semua membahas tentang agenda dakwah yang dilakukan.

Pantang Menyerah Dalam Menghadapi Ujian

"Kesuksesan Berkaitan dengan Tindakan. Orang-orang yang sukses senantiasa bergerak"

Ada kalanya seseorang berada di puncak kesusksesan, dan ada pula seseorang yang baru mulai bekerja untuk mencapai suksesan, begitulah kehidupan yang Alloh SWT atur. Kata sukses banyak mengandung makna, ada yang mengartikan sukses dalam pekerjaan, bisnis, pendidikan, dll.  Ketika seseorang sukses dan bersyukur maka Alloh SWT tambah kenikmatan tersebut. disisi lain, ketika Anda mengalami masalah berat dibidang usaha, kehidupan, pendidikan, pekerjaan, apakah Anda akan menyerah,  pasrah dan menyalahkan keadaan, atau Anda akan kembali bangkit mengintropeksi dan mengevaluasi diri untuk melangkah lebih sigap dengan semangat pantang menyerah. Semua itu tergantung pilihan sikap yang akan  Anda ambil.
Banyak orang yang menyerah setelah ditimpa berbagai kemalangan. Ia tidak maw bersekolah lagi karna tidak lulus ujian dan tidak naik kelas, tidak mau melanjutkan usaha  dan bisnis setelah usaha yang dijalankan bangkrut, dan masih banyak lagi ujian yang ia alami sehingga ia menyerah. Padahal kemalangan dan kerugian yang dialami bisa menjadi titik awal untuk menyeberangi jembatan kesuksesan.
ada orang yang bertahun-tahun tidak mendapat pekerjaan, mahasiswa yang tak kunjung menyelesaikan studynya, banyak ilmuan yang berulang-ulang bereksperiment tapi tetap berjumpa dengan kegagalan. tapi apakah mereka menyerah ?? tidak !! ternyata meraka tidak menyerah , mereka tidak berputus asa, mereka tetep berjuang menerobos batu karang, melewati kerikil-kerikil yang bertaburan dijalan.

Written By Unknown on Dinsdag 17 September 2013 | 10:53



Komunikasi Ikhwan dan Akhwat 

Bagaimana mensolidkan kinerja ikhwan dan akhwat , karena selama ini sering kali antara ikhwan dan akhwat bermaksud menjaga interaksi, namun terkadang ada hal hal yang seharusnya dikomunikasikan namun tidak di lakukan sehingga seringkali muncul masalah atau kesalahpahaman ikhwan dan akhwat ?

Masalah klasik yang hampir tidak pernah usai hingga saat ini, bagaimana agar komunikasi ikhwan dan akhwat berjalan baik dengan tetap menjaga hijab. Saya masih berpikir kenapa masalah ini bisa muncul. Akan tetapi ketika saya mencoba merenung, kejadian ini bisa terjadi akibat idealisme yang masih tinggi dari para kader dakwah yang betul betul ingin menjaga hatinya dari segala fitnah yang bisa merusak keberkahan dakwah. Tentu ini adalah hal positif bagi dakwah kampus yang kita cintai ini. 

Tapi perlu kita evaluasi terkait apakah batasan yang terlalu rigit  ini membuat komunikasi terhambat dan berakibat pada menurunnya produktifitas dakwah. Jika memang tidak berakibat negatif, tentu itu merupakan kabar baik, dan mungkin Anda bisa memberikan solusi yang baik untuk mengatasi kendala ini. Saya akan mencoba memaparkan pandangan saya terkait problematika ini dengan latar belakang saya di kampus “ikhwan” ITB.  

Ketika membaca buku men from mars and women from venus, saya mulai sedikit memahami karakter ikhwan dan akhwat dari segi psikologi. Saya mencoba melalukan beberapa pengamatan kepada teman-teman saya di ITB terkait fenomena ini. Rapat demi rapat, kepanitiaan demi kepantiaan hingga sekarang dalam badan pengurus harian GAMAIS, saya baru memahami bagaimana seorang pria berpikir tentang perempuan dan perempuan berpikir tentang pria. 
 
Untuk para pria, perlu Anda pahami bahwa perempuan relatif lebih peka dan sensitif ketimbang pria. Perempuan lebih tertata dalam menyusun agenda, maka sering kita lihat perempuan lebih rapih dalam segala hal. Karena mereka melakukan sesuatu dengan perencanaan, baik itu jangka pendek atau panjang. Perempuan yang bekerja biasanya lebih rajin ketimbang pria, ini mengapa kita mulai melihat para perempuan yang telah menjadi profesional atau pejabat, karena mereka rajin dalam menjalankan tugas. Satu hal yang perlu diingat oleh para pria adalah perempuan tidak suka di khianati dan perempuan itu butuh kepastian.

Untuk para perempuan, perlu saya sampaikan bahwa pria memang cenderung egois dan self-oriented. Seorang pria lebih bisa menghabiskan waktunya sendirian ketimbang perempuan. Dan seorang pria ketika sudah masuk keduniannya akan sulit untuk diganggu. Sebutlah seorang pria yang sedang badmood dan ia memilih untuk sendiri untuk mengembalikan mood nya, maka ia akan sangat terganggu sekali jika ada yang menggangu, bahkan sebuah sms bisa membuat mood nya lebih parah. Sehingga seringkali ia mengabaikan panggilan yang ada. Saya menyebutnya, pria mempunyai gua sendiri yang dimana hanya ia yang memahaminya, dan seorang perempuan sepertinya harus menunggu pria ini keluar gua nya baru bisa memanggil pria ini. 

Pria relatif lebih ingin diperhatikan dan dipahami, karena sedikit ”sentuhan” saja bisa membuat seorang pria berpikir terbalik 180­o. Oleh karena itu, seorang perempuan kiranya perlu memahani mengenai kebutuhan dasar pria ini untuk membentuk pola komunikasi yang baik.

Pada kasus nyata, bisa kita ambil contoh dua buah kisah yang saya akan beri pandangan point of view yang harus diambil. Kisah pertama, sekelompok ikhwan dan akhwat yang berada dalam sebuah kepanitiaan. Dimana mereka biasa menjalankan rapat rutin untuk membahas segala sesuatu. Pada suatu ketika, ketua panitia dihadapi pada sebuah kondisi dimana butuh keputusan cepat, padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 19.00, dan keputusan harus sudah ada malam itu juga. Sehingga ketua panitia ( ikhwan tentunya ), memutuskan untuk mengumpulkan seluruh panitia ikhwan untuk membahas masalah tersebut, dan terselesaikanlah masalah itu. Esok siangnya seluruh panitia rapat kembali ( ikhwan dan akhwat ), dan ketua panitia menceritakan kejadian malam hari itu, setelah mendengar cerita itu, pihak panitia akhwat merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, akhwat merasa hanya sebagai pelaksana keputusan dan berbagai keluhan lain. 

*pada kasus ini akhwat merasa di khianati dalam arti tidak diberi kepercayaan untuk ikut berpikir bersama, atau merasa dilangkahi dalam mengambil keputusan.
*pria ketika sudah mengerjakan sesuatu relatif keasikan sendiri sehingga lupa bahwa ada pihak akhwat yang perlu dilibatkan

Kisah kedua, seorang ketua muslimah di sebuah lembaga dakwah mencoba meng-sms seorang ketua LDK di waktu pagi hari ( sekitar waktu tahajud ), akhwat ini mengetahui bahwa sangat tidak ahsan untuk meng-sms seorang ikhwan pada waktu tersebut, akan tetapi, karena sebuah masalah yang perlu dibahas segera, dengan segala pertimbangan dan kebulatan hati, ia memutuskan untuk meng-sms ketua LDK ini dan meminta diadakan rapat mendadak pagi itu untuk membahasa hal yang penting. Akan tetapi, dikarenakan ketua LDK ini sedang dilanda masalah pribadi yang membuat dirinya tidak ingin diganggu untuk sementara waktu, maka ia tidak membalas sms ketua muslimahnya. Mungkin dikarenakan, berbagai miscall yang dilontarkan oleh akhwat ini, ketua LDK ini akhirnya memutuskan untuk membalas sms akhwat ini dengan asalan saja dan seakan menggantungkan keputusan. Hingga akhirnya akhwat ini mengancam sesuatu sehingga ketua LDK itu memutuskan untuk mengadakan rapat di pagi harinya. Setelah menjalani rapat, akhwat ini meminta berbicara terhadap ketua LDK, dan mengungkapkan kekecewaannya kepada ketua LDK ini dan mengatakan bahwa ketidakpastian yang ketua LDK berikan membuat ia tidak tenang.

*perempuan tidak suka ketidakpastian yang berlarut, butuh ketegasan sikap. Saya merekomendasi kepada para pria untuk sesegera mungkin membalas sms akhwat dengan baik untuk menghindari konflik seperti diatas.
*pria yang sedang dilanda masalah tidak ingin diganggu, bahkan ketika kadar masalahnya cukup tinggi, ia tidak ingin diganggu oleh amanah dakwah, ia lebih memilih sendiri dan tidak bertemu dengan orang orang untuk sementara waktu.

Dengan memahami karakter masing-masing ini, saya berharap Anda dapat mencoba mulai mengaplikasikan hal untuk memahami kekurangan masing-masing. Bermula dari pemahaman ini, selanjutnya saya akan memaparkan bagaimana cara lain untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetap menjaga batasan yang ada.

Hijab saat rapat
Beberapa kampus yang pernah saya kunjungi relatif punya cara tersendiri dalam mengaplikasikan hijab  dalam sebuah rapat, ada yang membatasa pria dan perempuan dengan batas permanen seperti tembok, ada yang beda ruangan, ada yang dalam bentuk papan setinggi dua meter, atau ada yang cukup dengan jarak 2 meter antara ikhwan dan akhwat. Semua tergantung kebutuhan dan budaya di masing masing kampus. Bagaimana pun bentuk hijab nya , ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, yakni :
  1. Jelasnya perkataan setiap anggota rapat
  2. Tidak membuat ikhwan dan akhwat terkesan rapat sendiri
  3. Pemimpin rapat bisa melihat semua peserta rapat ( ikhwan dan akhwat )
  4. Kondisi peserta harus tetap kondusif, jangan sampai karena terpisah oleh tembok, atau papan besar membuat peserta rapat tidur-tiduran karena tidak tampak oleh lawan jenis
  5. Ada medua penghubung informasi yang bisa dilihat oleh semua peserta, seperti papan tulis, agar tidak terjadi assymetric information
  6. Tidak menimbulkan kesan angker atau eksklusif terhadap orang selain kader yang melihat proses rapat
Proses komunikasi yang efesien
Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefesienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.
Versi 1
Ikhwan            : assalamu’alaikum ukhti, bagaimana kabarnya ? hasil UAS sudah ada ? J
Akhwat          : wa’alaikum salam akhie, alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga, hehehe, UAS belum nih,                       uhh, deg    deg an nunggu nilainya, tetep mohon doanya yah !!
Ikhwan            : iya insya Allah didoakan, oh ya ukhti, kira kira kapa yah bisa rapat untuk bahas tentang acara ?
Akhwat           : hmhmhm... kapan yah ? akhie bisanya kapan, kalo ana mungkin besok siang dan sore bisa
Ikhwan            : okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain yah
Akhwat           : siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum
Ikhwan            : sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE !! wassalamu’alaikum
Akhwat           : wa’alaikum salam

Versi 2
Ikhwan            : assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa ? untuk bahas acara
Akhwat           : afwan, kebetulan ada quis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan            : insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron,             wassalamu’alaikum
Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dan tetap menjaga batasan syar’i. Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms  antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” ( baca “ berlebihan ), sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi. Sebenarnya bagaimana kita membuat batasan tergantung bagaimana kita membiasakannya di lembaga dakwah kita saja. Perlu adanya leader will  untuk membangun budaya komunikasi yang efesien dan “secukupnya”.
Dalam hal percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat sangat diharapkan untuk menjauhi percapakan berdua saja, walau itu di tempat umum. Saya menyarankan agar salah satu ikhwan atau akhwat meminta muhrimnya (sesama jenis kelamin) untuk menemaninya. Dengan itu diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalkan kesempatan untuk khilaf. Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya ini sebetulnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia sia, semua membahas tentang agenda dakwah yang dilakukan.

MUSHOLA

  • RAKER LDMAH
    Assalamu'alaikum.wr.wb "Apabila kamu merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang akan terus kekal.

SIMIPA

  • Transliterasi LATIN ARAB
    Assalamualaikum Wr Wb jika kita mengetik huruf “k” pada “keyboard” yang muncul pada monitor juga huruf ك .....
  • Kajian Sains Isra' Mi'raj
    Seiring perputaran waktu, tanpa terasa kita telah berada di Bulan Sya'ban. Allah menyebut Bulan Sya’ban ini dengan Bulan Haram atau bulan yang suci,

LEMBAR INFO

  • “ Ghazwul Fikri ” apa sih...?
    Assalamu’alaikum warrahmatullahhi wabarakhatu…. Sedikit berbagi materi ya sobat hikmah.. Sebelum kita membahas lebih jauh apa itu Ghazwul Fikri???....
  • RAMADHAN YANG KURINDU
    “Ramadhan yang Ku Rindu, Ramadhan yang Ku Nanti” "@Taman Pusdima Kamis, 20 Juni 2013 Masjid Al-Fatihah.....